“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, bagi saya semuanya milik Allah dan semuanya saya kembalikan kepada Allah. Saya sudah menjalankan semua syarat dan rukunnya, semua ikhtiar sudah saya lakukan, saya tempuh jalan yang halal dan tidak berbuat maksiat. Maka saat ini yang saya lakukan adalah bersabar dan tawakkal…” ujar Mas Pur ketika kami bertemu dan mengobrol di kedai Raja Siomay miliknya, di seputaran Trasa, Slawi, pertengahan September 2022. Mas Pur tidak sedang berkabar duka tentang kehilangan sanak saudara, atau musibah kehilangan harta, dia sedang bercerita tentang kondisi usahanya. Dari dua kedai yang ada, Mas Pur terpaksa memberhentikan satu karyawan di kedai yang berlokasi di Trasa, karena sudah tidak mampu menggaji karyawan Rp950 ribu per bulan, dan akhirnya harus ditunggu sendiri.